Berbelanja Sambil Berwisata

 Belanja seakan menjadi potensi wisata unggulan. Sebagian orang akan bilang Jakarta dan Bandung merupakan surga belanja di Indonesia. Walau sebetulnya cukup banyak surga belanja di Indonesia.
Saat berpergian ke luar kota, kita sering tergoda untuk berbelanja aneka macam barang, baik untuk kepentingan pribadi atau untuk oleh-oleh. Belanja pun seperti hal “wajib”. Membeli sesuatu dari daerah yang kita kunjungi, membuat perjalanan ke luar kota menjadi lebih afdol.

Berdasar lokasinya kegiatan belanja terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni belanja di pusat perbelanjaan tradisional dan belanja di pusat perbelanjaan modern. Keduanya dibedakan dari jenis barang yang diperjualbelikan, proses belanjanya, dan tentu harganya.

Di pusat perbelanjaan tradisional, rata-rata barang yang diperjualbelikan merupakan barang kebutuhan sehari-hari, seperti sandang dan pangan. Ada juga pusat belanja tradisional yang menjajakan berbagai ragam aksesori tubuh, produk seni, serta furnitur/aksesori untuk hunian.

Sebetulnya, barang-barang yang dijajakan di pusat perbelanjaan modern seperti mal dan factory outlet pun tak beda dengan yang di pusat perbelanjaan tradisional. Mungkin yang lebih membedakan kedua pusat perbelanjaan ini adalah suasana dan proses belanjanya. Bagi sebagian orang, pusat perbelanjaan modern relatif lebih nyaman. Proses berbelanja biasanya tanpa tawar menawar. Harga jual sudah ditentukan. Pembeli cukup memilih barangnya dan membayar di kasir.

Pusat perbelanjaan modern cenderung menjadi lebih ramai ketika berlangsung sale atau obral. Saat itu harga barang bisa diskon 70-90%, terlebih pada program sale besar dan akhir tahun. Berbeda halnya dengan pusat perbelanjaan tradisioal yang hampir tak mengenal sale, karena harga jual barang ditentukan melalui tawar menawar, yang bisa jadi, pembeli akan memperoleh barang dengan harga lebih murah daripada membelinya di pusat perbelanjaan modern.

Kualitas juga menjadi salah satu pembeda antara pusat perbelanjaan tradisional dan modern. Merek-merek ternama dan asli, tentu sulit ditemui di pusat belanja tradisional. Ya, karena merek-merek itu memiliki standar khusus dalam memasarkan barangnya. Sehingga jika ingin memilikinya, ya harus membelinya di counter penjual resmi.

Berwisata dan Berbelanja

Berwisata dan berbelanja seakan telah menjadi dua kegiatan yang tak dapat dipisahkan. Sambil berwisata, seseorang bisa berbelanja. Begitu sebaliknya. Sambil berbelanja, ia juga melakukan kegiatan wisata. Di Indonesia, kedua kegiatan itu bisa dilakukan di mana saja di lokasi wisata yang didatangi.

Misal, beberapa di antara mungkin pernah mendengar tentang Martapura, di Kalimantan Selatan. Kota ini dikenal sebagai penghasil intan dan berlian untuk perhiasan. Berbelanja intan dan berlian di sana sungguh mengasyikkan. Di Pasar Martapura kita bisa memilih aneka ragam batu permata berbagai bentuk, warna, dan harga relatif ‘miring’. Anda yang berwisata mungkin tak akan melewatkannya, terlebih jika ada teman atau keluarga yang titip oleh-oleh dari sana.

Sentra belanja tradisional seperti halnya di Martapura pun sebetulnya ada di beberapa daerah wisata di Indonesia. Contoh lain: di Provinsi Jambi. Jambi dulu merupakan bagian dari jalur sutra perdagangan internasional. Aneka produk pecah-belah perabot rumah tangga, aneka keramik, guci, aneka pajangan dijual di salah satu pasar terkenal di sana, Pasar Keramik atau Sitimang. Pasar ini terletak di Jalan Sisingamangaraja, pusat kota Jambi.

Sentra-sentra wisata belanja di daerah sebetulnya sudah cukup terkenal gaungnya di Indonesia. Tak jarang, ketika berkunjung ke beberapa kota wisata yang memiliki ciri khas tertentu, tentu ada saja rekan atau kerabat kita yang titip dibelikan oleh-oleh khas daerah tersebut. Namun jika berbicara soal surga wisata belanja, banyak orang sependapat, hanya beberapa kota besar di Indonesia sebagai tempat wisata belanja populer. Hal ini mungkin karena fasilitas di kota-kota itu sudah relatif lengkap dan kota-kota besar itu sudah populer di mata masyarakat pelaku wisata. Selain itu, barang belanjaan yang ditawarkan beragam dan dapat memenuhi kebutuhan, sehingga para pelaku wisata itu bisa berwisata sambil belanja, atau sebaliknya, berbelanja sambil berwisata menikmati Indonesia. *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar