Mempelajari Seluk Beluk Kerang

Dibangun atas gagasan Stephen, seorang kolektor kerang asal Surabaya, Bali Shell Museum menawarkan wisata edukasi seputar kerang dan biota laut lain.
Stephen adalah seorang arsitek yang hobi mengoleksi kerang sejak kecil. Hasil koleksi kerangnya selama lebih dari 25 tahun dikumpulkan dan menjadi bagian dari koleksi museum. Berbagai koleksi kerang yang totalnya mencapai sekitar 10.000 spesies kerang dipamerkan di bangunan tiga lantai berlokasi di Sunset Road, Kuta Bali.

Berbagai fosil kerang, binatang laut, hingga batu kristal dipajang antara lain di lantai dua gedung. Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah sebuah fosil kerang jenis Ammonite berukuran besar yang berusia 100 tahun. Selain itu ada juga berbagai biota laut yang menjadi nenek moyang cumi-cumi yakni jenis Orthoceras yang sudah menjadi fosil.

Apa koleksi lainnya? Jika Anda penggemar film-film Hollywood yang berlatarkan zaman purba, pasti tahu binatang purba, Trilobite. Museum ini juga memiliki fosil trilobite selenopeltis yang usianya diperkirakan sudah mencapai 500 juta tahun. Koleksi ini merupakan koleksi tertua di museum. Menurut Daniel Subekti, operational manager Bali Shell Museum, Trilobite banyak ditemukan di Afrika.

Tak hanya fosil biota laut, fosil batang-batang pohon juga dipamerkan di museum ini. Keberadaannya dimaksudkan sebagai varian tambahan di museum. Batang-batang pohon di sini menjadi fosil bersama bebatuan dan lazim ditemukan di perbukitan atau sungai yang mengering.

Setelah puas mempelajari berbagai fosil yang ada di lantai dua, perjalanan di museum dapat dilanjutkan ke lantai tiga. Di sana ada berbagai jenis kerang dalam berbagai ukuran, warna dan bentuk. Semua koleksi kerang ini tersusun rapi di dalam kotak kaca yang diletakkan dengan sangat apik. Setiap jenis kerang dilengkapi dengan informasi nama, tahun, tempat, dan penemu. Satu hal yang unik adalah ada dua kerang yang ditemukan oleh Stephen dan diberi nama sesuai namanya dan nama putrinya. Hal ini karena kedua kerang yang ia temukan belum ada di dalam indeks nama kerang.

Menjelajah ruang-ruang di museum sungguh mengasyikkan. Melongok bagian tengah ruangan, di sana terdapat kumpulan koleksi biota laut yang sudah dikeringkan dan ditata di atas pasir. Berseberangan dengan tangga naik ke lantai tiga, terdapat dinding yang dipenuhi berbagai fosil rahang ikan hiu serta cangkang penyu. Di sisi kiri tangga naik terdapat sekumpulan hasil karya kerajinan tangan dari kerang.

Salah satu koleksi kerajinan tangan yang dipamerkan adalah perhiasan. Kebanyakan perhiasan kerang yang dipajang di tempat ini merupakan mahar perkawinan bagi beberapa etnis di dunia. Selain perhiasan ada juga patung Rama dan Shinta yang terbuat dari puluhan ribu koin kerang. Selain itu ada juga beberapa benda kerajinan lainnya dari kerang seperti pajangan berbentuk bebek dan naga serta kotak perhiasan yang merupakan kerjasama Bali Shell Museum dengan para perajin Bali. (karina ayu budiani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar